Sarana dan Prasarana Desa Jangkong











Fasilitas umum yang terdapat di Desa Jangkong dapat dikatakan masih kurang memadai. Salah satu  penyebabnya adalah masih rendahnya kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada, sehingga potensi-potensi yang ada belum bisa dimanfaatkan secara optimal. 
Kondisi di atas tergambar dari sarana dan prasarana pendidikan yang masih rendah. Sarana ini sangat penting guna menunjang pendidikan bagi generasi muda yang nantinya, dapat mencapai kesejahteraan di Desa Jangkong itu sendiri. Fasilitas pendidikan yang ada meliputi Sekolah Dasar (SD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang masing-masing berjumlah satu sekolah. Gedung SD tersebut masih belum memadai dikarenakan fasilitasnya yang masih belum lengkap dan jumlah pengajar/guru yang masih terbatas, sedangkan untuk gedung PAUD sendiri masih belum memiliki ruang kelas yang layak dimana ruang kelas tersebut masih menjadi satu di salah satu mushola yang terdapat di Dusun Galis.
Selanjutnya sarana kesehatan di Desa Jangkong juga masih minim dan kurang memadai, salah satunya ialah puskesmas. Sarana ini hanya terdapat di Desa Legung Timur. Sementara di Desa Jangkong hanya terdapat satu unit pelayanan kesehatan, yaitu Polindes dimana unit pelayanan ini juga dijadikan rumah oleh perawat atau bidan yang bertugas di polindes tersebut dengan keluarganya. Polindes tersebut buka selama 24 jam sehingga apabila ada salah satu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat kapan saja datang ke tempat tersebut.  
Selain sarana pendidikan dan kesehatan yang telah disebutkan di atas, ada juga fasilitas umum lainya yang masih belum memadai yaitu terkait penerangan lampu. Hal ini dapat terlihat di sepanjang jalan untuk menuju dusun ke dusun lainya dan desa sebelah yang masih gelap. Selain itu, jalan menuju pantai juga tidak ada penerangan lampu sehingga membuat masyarakat dari luar Desa Jangkong merasa takut serta musholah dan masjid setempat yang masih belum memadai karena bangunannya yang sudah mulai rapuh dan tidak diimbangi dengan renovasi atau pembaruan masjid atau mushola yang ada akibat kurang adanya biaya yang mendukung. Sedangkan untuk posyandu juga kurang memadai karena masih bertempat di musholah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar